Tuesday, December 1, 2015

KIST (Kalijaga Innovation and Research Competition) “Science and Technology to Save Our Environment”



A. NAMA LOMBA
Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional KIST (Kalijaga Innovation and Research Competition)
B. TEMA
“Science and Technology to Save Our Environment”
C. SUBTEMA
1. Peran Pendidikan dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan.
2. Inovasi Sumber Energi Alternatif dan Terbarukan yang Ramah Lingkungan.
3. Teknologi Tepat Guna sebagai Solusi Permasalahan Lingkungan.
4. Penerapan ilmu Sains dan Teknologi sebagai Pengendali Pencemaran Lingkungan.
5. Optimalisasi Pengolahan Sumber Daya Alam yang Ramah Lingkungan dalam bidang Pangan.
D. WAKTU PELAKSANAAN
Pengumpulan Abstrak
25 November-27 Desember 2015
Tahap Seleksi Abstrak
28 Desember–9 Januari 2016
Pengumuman Lolos Seleksi Abstrak
10 Januari 2016
Pengumpulan Full Paper
11 Januari – 31 Januari 2016
Tahap Seleksi Full Paper
1-14 Februari 2016
Pengumuman 10 besar karya tulis terbaik
15 Februari 2016
Presentasi
27 Februari 2016

E. KETENTUAN PESERTA
1. Peserta terdaftar sebagai mahasiswa aktif (D3/S1) dibuktikan dengan scan Kartu Tanda Mahasiswa dan Surat Keterangan Mahasiswa Aktif dari fakultas di perguruan tinggi masing-masing.
2. Tim peserta terdiri dari minimal 2 orang dan maksimal 3 orang dengan 1 orang sebagai ketua dan yang lain sebagai anggota kelompok dapat berasal dari program studi yang berbeda, tetapi masih dalam perguruan tinggi yang sama.
3. Satu orang dapat bergabung dalam 2 tim yang berbeda tetapi hanya boleh menjadi ketua pada satu tim.
4. Karya yang dikirimkan adalah karya asli yang belum pernah dipublikasikan dan belum pernah menjadi juara pada event sebelumnya serta belum pernah dan tidak sedang diikutkan dalam event lainnya.
F. KETENTUAN LOMBA
Ketentuan lomba selengkapnya terdapat dalam buku panduan yang dapat diunduh disini :
http://kist2016.blogspot.co.id/…/download-buku-panduan-lomb…
G. HADIAH UNTUK PEMENANG
1. Juara 1 : Rp2.000.000,00, trophy, sertifikat
2. Juara 2 : Rp1.500.000,00, trophy, sertifikat
3. Juara 3 : Rp1.000.000,00, trophy, sertifikat
4. Harapan 1: trophy dan sertifikat
5. Harapan 2: trophy dan sertifikat
Untuk informasi lebih lanjut hubungi :
CP : 087738144575 (Ahmad Amjad Muzani)
082370039215 (Shella Aisiyah Diva)
Facebook : LKTI KIST
Twitter : @Kist2016
E-mail : kistkalijaga@gmail.com
Blog : http://kist2016.blogspot.com

Sumber: http://kist2016.blogspot.com

Baca selengkapnya

Tuesday, November 17, 2015

Belajar Bertani Organik ke Adem Ayem

Lukman Hakim
Pecinta Keindahan Alam


Trimurjo, Semangat bertani organik ditunjukkan oleh petani padi organik kampung Purwo  dengan melakukan studi banding ke kelompok Tani Adem Ayem yang telah mendapatkan sertifikat organik.
Acara kunjungan ke kelompok tani adem ayem dihadiri oleh kelompok tani multibaliwo, kelompok tani sababat tani, kelompok tani barokah, yayasan bimbingan mandiri (YABIMA), IPPOL, dan ketua gapoktan mekar jaya desa purwo.


Kelompok tani adem ayem yang ada di RT 12, RW 06, Dusun 2, Desa Untoro Kecamatan Trimurjo telah mengembangkan pertanian organik sejak tahun 2011. Hal ini dijelaskan oleh Ismiati anggota Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Trimurjo pada selasa (17/11).
Perkembangan pertanian organik di desa Untoro dimotori oleh Widianto yang telah mendapatkan sertifikat organik pada tahun 2014. “Jadi pada tahun 2008 pak Widi telah mencoba pertanian semi organik, baru kemudian di tahun 2011 beliau full di organik.” Jelas wanita yang akrab dipanggil Ismi.
Kita perlu kembali ke pertanian organik, lanjut Ismi, agar tanah yang sudah rusak akibat pupuk kimia dapat kembali unsur haranya. “Kalau kita bertani organik, artinya kita peduli dengan bumi kita. Dan jika dipelajari lebih jauh maka pertanian organik akan semakin organik”, ujar Ismi.





Hal senada dikatakan oleh Widianto ketua kelompok tani adem ayem, keinginan untuk menggeluti pertanian organik agar tanah kembali sehat. Selain itu, alasan bertani organik karena susahnya mendapatkan pupuk kimia, pertimbangan kesehatan, dan hasil yang ditawarkan dari bertani organik lebih tinggi. “Bertani organik selain sehat juga meningkatkan pendapatan, selain saya juga frustasi karena pasokan pupuk kimia susah,” terang Widi.




Perlu diketahui bahwa kelompok tani adem ayem memiliki enam titik atau tiga hektar lahan yang telah mendapat sertifikat organik. Dari lahan itu, petani organik masih kualahan untuk memenuhi permintaan beras organik dari konsumen.


Baca selengkapnya