Tuesday, December 30, 2014

Tingkat Bunga BMT Tinggi, Kenapa?

Tingkat Bunga BMT Tinggi, Kenapa?

Lukman Hakim
Bandar Agung, 25 Desember 2014
08.00 wib

 
Dikalangan masyarakat kita masih saja disamakan antara istilah bagi hasil, ujrah, dan fee dengan bunga yang ada di lembaga keuangan konvensional. Kenapa ini bisa terjadi?
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan dilapangan, penyamarataan istilah ini dikarenakan calon nasabah (calon anggota)/nasabah (anggota) tak mau ambil pusing dengan istilah yang belum familiar ditelinga sehingga mudah saja menyebut berapa bunganya, tak perduli juga dengan produk dan akad yang digunakan asalkan bisa mendapatkan modal tambahan untuk kemajuan usahanya.
Baca selengkapnya

Sunday, December 14, 2014

Revitalisasi Fungsi DPD

Revitalisasi Fungsi DPD

Dalam perjalanannya, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah mengalami empat kali amandemen, yaitu pada 1999, 2000, 2001, dan 2002. Salah satu hasil amandemen adalalah tidak ada lembaga tinggi negara dan lembaga tertinggi negara. Jadi dalam menjalankan roda pemerintahan, lembaga-lembaga negara berkedudukan sejajar dan tidak berlaku hierarki kekuasaan, yang menyebabkan adanya hubungan bottom-up yang memberi kesan sistem atasan dan bawahan.
Asas checks and balances mengamanatkan kepada lembaga-lembaga negara agar bersinergi dalam kerja dan mengemban tanggung jawab, untuk saling mengawasi antarlembaga negara. Semua lembaga negara harus menunjukkan performa terbaik dalam bekerja. Sehingga, capaian hasil akan maksimal. Sinergi lembaga eksekutif, legisatif, dan yudikatif harus memiliki visi yang sama, yaitu demi terwujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdaulat dalam segala aspek.
Baca selengkapnya
Memaknai Pahlawan Kita

Memaknai Pahlawan Kita

LUKMAN HAKIM
Penggiat Komunitas Hijau

PAHLAWAN dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran.
Mengorbankan apa yang dimiliki untuk membela kebenaran baik harta, waktu bahkan nyawa sekalipun.
Prof. Philip G Zimbargo dalam risetnya yang bertajuk The Heroic Imagination Project ingin mengubah paragidma masyarakat tentang makna pahlawan, dia mengungkapkan untuk menjadi pahlawan tidak perlu ditempuh dengan kekerasan, sebaliknya dengan jalan perdamaiaan.
Kedua sifat kepahlawanan tidak wajib ‘wah’, cukup bertindak saat dibutuhkan. Terakhir, semua orang bisa menjadi pahlawan.
Dalam konteks berbangsa dan bernegara, pahlawan adalah orang yang bercita-cita membela kepentingan rakyat dan menanggalkan kepentingan kelompok, etnis, atau partai politik.
Lencana pahlawan pantas disematkan di pundak orang- orang yang berjuang demi kepentingan rakyat.
Founding Fathers kita dalam periode awal banyak yang rela melucuti ego mereka yang terbalut partai politik dan ideologi ketika sama- sama berjuang merebut kemerdekaan.
Soekarno dan M. Natsir adalah representasi dari pahlawan sesungguhnya.
Kedua tokoh ini adalah cermin untuk para negarawan, bagaimana seharusnya bersikap ‘dewasa’ dalam menjalankan pemerintahan.
Soekarno dikenal sebagai bapak nasionalis Indonesia.
Baca selengkapnya

Thursday, October 9, 2014

Karya Mereka

uman al-hakim


Syukurku
Karya: Rahmawati (7 Tahun)

Tuhanku aku bersyukur pada-Mu
Engkau ciptakan alam yang indah
Gunung-gunung yang berdiri tegak
Sungai yang mengalir jernih
Tuhanku aku bersyukur padamu
Kau beri aku kesehatan
Kau beri aku kepandaian

Oh Tuhanku terimalah sujud syukurku





Celaka Karena Tak Mau Mengalah
Karya: Rahmawati (7 Tahun)

Seeekor tupai  pergi dari sarangnya, pohon itu berada di pohon. Ia pergi mencari makan lalu sarangnya di tempati tikus, saat tupai kaget ternyata sarangnya telah di huni tikus, tupai meminta tikus pergi tapi tikus tidak mau.
            Tikus merasa itu tempatnya, tupai tidak mau mengalah. Akhirnya mereka mencari hakim, mereka bertemu kucing, kucing mau membantu tetapi kucing punya niat jahat, ia menerkam tupai dan tikus, tupai dan tikus akirnya mati.






Ami Lukman Sang Penjelajah
Karya: Iza (7 Tahun kelas 1 SD)

Ami menjelajah ke hutan amazon
Ami suka piknik ke singapura
Ami  imam suka bermain basket
Dan bermain bulu tangkis
Iza sayang ami




Bermain Bola Di Lapangan Bersama Ami
Penciptanya: Aziz
            Pada hari minggu aku kan bermain bola di lapangan dengan ami Lukman dan ami Imam, bersama teman-temanku, saat itu kelompokku Aziz, Reza, Agus, Rere, Farhan, wasitnya ami Lukman. Aku melawan Arip, Farhan, Zaki, Uwik, Iza, ega, dan skornya 3-1. Kelompok Arip kalah dan akhirnya waktunya habis dan langsung pulang.




Bermain Layang-layang
Di karanag oleh: Zaki (10 Tahun)
Pada hari minggu sore saya bermain layang-layang,saya berlari dan mengulurkan benang dan layangan itu terbang pukul 17.30 menit. Saya pulang ke rumah.

Sekolah
Di karanag oleh: Zaki (10 Tahun)
            Dari rumah jam 5.30 menit saya mandi, sesudah mandi saya ganti baju setelah itu saya berangkat sekolah dari jam 6.50 saya belajar, jam 9.30 saya istirahat, jam 10.40 saya belajar jam 12.00 saya solat dhuhur, sampai jam 2.00 saya pulang.




Menyapa
Oleh: Agus (8 tahun)

Hai ega mau kemana?  Ega mau ke warung
Membeli apa? Membeli jajan
Ega nanti main bola yok tapi nanti sore, tidur dulu soalnya masih siang.
Nanti ngajak aan, adi yuk, dada, sampai ketemu lagi

Baca selengkapnya

Saturday, October 4, 2014

Cinta lingkungan, mulai dari diri

uman al-hakim

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Salah satu ciri orang yang bijak adalah dia yang peduli terhadap lingkungan hidupnya. Yang berusaha menjaga, merawat, dan menata lingkungan dengan apik di saat yang lain mengeksploitasi alam dengan membabi buta.
Termaktub di dalam al-Qur’an, bahwa manusia yang memberi kontribusi terbesar dalam perusakan alam dan lingkungan hidup. Hanyut dalam syahwat pragmatisme sehingga membuat manusia tak berfikir panjang untuk masa depan generasi mendatang. Yang penting hari ini perut kenyang, masa bodo untuk kehidupan mendatang.
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Ar-Ruum: 41). Apakah kita akan mengambil peran sebagai manusia pecinta alam ataukah dalam kategori yang disebutkan dari ayat di atas.
Kita harus melakukan aksi sekecil apapun yang kita mampu, masuk dalam kategori manusia yang mencintai lingkungan dan tidak hanyut dalam kepentingan sesaat yang dapat merusak alam. Cinta alam bisa di awali dari diri, kemudian meradiasi ke orang terdekat, keluarga, dan seterusnya. Menebar virus kebaikan memang tak semudah menginfeksi bakteri keburukan kepada orang lain. Tapi kapan lagi jika tidak hari ini?


Baca selengkapnya